I’m a social climber, so what?

Reach your dream as long as you live 🙂

Beberapa temen gue, pernah membahas tentang “social climber” dalam linimasa nya suatu ketika. Dalam pembahasannya mereka cenderung menganggap rendah atau menjelek-jelekan si para social climber ini. Gue yang karena keterbatasan ilmu dan pemahaman cuma bisa diem aja. Gak kasih komentar. Sampai saatnya gue mendapati mata kuliah Pengantar Ilmu Sosiologi yang membahas mengenai pelapisan masyarakat, dalam bab itu dijelaskan juga sedikit mengenai social climber dalam struktur sosial.

Sebelum kita mencemooh apa yang kita cemooh ini, sebaiknya kita baca dulu kutipan dari buku yang gue punya ini karangan Soerjono Soekanto.

“Gerak social vertikal dimaksudkan sebagai perpindahan individu atau objek sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan lainnya, yang tidak sederajat. Sesuai dengan arahnya, maka terdapat dua jenis gerak social vertikal, yaitu yang naik (social-climbing) dan yang (social-sinking). 
 
Gerak sosial naik mempunyai dua bentuk utama :
a. Masuknya individu-individu yang mempunyai kedudukan rendah kedalam kedudukan yang lebih tinggi, dimana kedudukan tersebut telah ada.
b. Pembentukan suatu kelompok baru, yang kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi dari kedudukan indivodi-individu pembentuk kelompok tersebut.
 
Gerak sosial vertikal yang menurun mempunyai dua bentuk utama, yaitu :
a. Turunnya kedudukan individu ke kedudukan yang lebih rendah derajatnya.
b, Turunnya derajat kelompok individu yang dapat berupa disintegrasi kelompok sebagai kesatuan.”
 

Dalam kutipan diatas dapat dilihat bahwa memang dalam suatu lapisan masyarakat akan ditemukan pergerakan masyarakat dalam bentuk vertikal dimana individu yang berada pada kedudukan yang rendah masuk kedalam kedudukan atau lapisan yang lebih tinggi derajatnya dari derajat yang dia miliki sebelumnya.

Gue sadar, ketika dilahirkan manusia dimata manusia lain nya memiliki kedudukan atau status yang berbeda satu sama lain. Ya, di mata manusia. Ketika lahir, kita juga gak bisa negosiasi sama tuhan mau dilahirin sama siapa, dalam kondisi gimana & dengan status yang kaya gimana juga. Gak bisa. Kita dilahirkan sudah membawa status atau kedudukan sosial dimata masyarakat. Syukur lah orang yang lahir pada status sosial & kedudukan yang tinggi dalam masyarakat karena keturunan atau kondisi keluarganya. Tapi bagaimana yang lahir dalam kondisi renda? Apakah mereka mau terus-terusan berada pada lapisan rendah tersebut? Kalo lo jadi mereka, mau gak coba gue tanya?

Lapisan masyarakat terbagi menjadi dua, terbuka dan tertutup. Di Indonesia masyarakat kita mayoritas menggunakan sistem lapisan masyarakat terbuka dalam lapisan sosial. Negara kita pun bukan negara yang mengagung-agungkan kasta seperti negara lain nya, contoh: India.  Jadi itu artinya, setiap orang, setiap individu memiliki kesempatan untuk mendapatkan atau merubah kedudukan nya dalam setiap lapisan masyarakat, contoh dalam hal ini adalah dari kedudukan atau status yang rendah ke status yang lebih tinggi. Serta, tidak menutup kemungkinan juga yang berada pada kedudukan yang lebih tinggi dapat turun kedudukan nya ke lapisan yang lebih rendah.

Jadi, kenapa kita harus mempeributkan para social climber yang ingin memperbaiki atau merubah status (kedudukan) mereka dalam sebuah masyarakat sosial?? Kenapa?? Kami juga punya kesempatan yang sama kok seperti kalian. Kesempatan yang sama untuk merasakan atau berada pada status atau kedudukan yang sama. Hello, we’re not living in the ‘Kasta” country!

Bahkan, tau kan banyak orang India yang merantau ke Amerika dan ingin menjadi warga negara sana? Menurut lo kenapa? Menurut gue ya mereka muak sama sistem perkastaan berabad-abad di negaranya! Mereka juga ingin memiliki kesempatan berada dikedudukan atau status yang berbeda dari yang mereka dapatkan sedari lahir, terlebih yang dilahirkan dengan status sosial rendah.

Dalam buku yang gue baca pun ada yang dinamakan “Achieved Status” dalam status sosial. Apa itu? Itu adalah “Status sosial yang diperoleh seseorang dengan usaha-usahanya yang disengaja. Kedudukan ini tidak diperoleh atas dasar kelahiran, tetapi bersifat terbuka bagi siapa saja, tergantung dari kemampuan masing-masing dalam mengejar serta mencapai tujuan-tujuannya”.

Jadi, ya status itu emang bisa didapetin dari berbagai macam hal sesuai dengan kemampuan masing-masing dalam mengejar tujuan, dan itu bisa ditentuin dari ilmu pengetahuan (pendidikan), harta-kekayaan yang didapat, kedudukan, & kekuasaan. Hari gini ada orang yang gak pengen punya status lebih tinggi??? Hmmm mungkin ada, tapi gak banyak. Kebanyakan dari kita pasti juga ingin memperoleh kedudukan yang lebih tinggi dimasyarakat, memperbaiki derajat, dengan beragam cara.

Nah, kalaupun ada orang yang mendaki status sosial yang lebih tinggi atau yang sering dicibir social climber, ya terus kenapa? wong itu hidup-hidup mereka. Kalo gak kesenggol ya ngapain ribut? Mereka juga banyak kok yang berusaha memperbaiki status dan mencoba menduduki lapisan dalam masyarakat yang lebih tinggi dengan cara yang benar. Memperluas pergaulan, meningkatkan pendidikan, bekerja keras. GAK SEMUA SOCIAL CLIMBER ITU BURUK.

Lo bisa berbicara blablablablabla and bla, karena mungkin ya lo dari bentuk janin  sampe gede merasakan atau berada di status sosial yang sudah “nyaman”. Terus, dengan begitu lo bisa mencibir orang-orang yang berusaha dengan usahanya untuk memperbaiki derajat hidup nya dan keluarganya ? GAK.

Status karena faktor kelahiran atau keturunan memang susah untuk dirubah dan dimasuki. Tapi, untuk memperoleh status yang lebih tinggi gak cuma dari situ doang. Jadi daripada sibuk ngurusin status orang, mending urusin urusan masing-masing aja dulu lah. 🙂

Kalo gue sendiri? Yup! I’m a social climber and i’m proud of it, because i do it to get a better life, not only for me but also for people that i love the most. My family. 

Ini pendapat saya tentang social climber 🙂 Kembali lagi, ini hanya sebuah persepsi.

Everybody deserves to get a better life. Everybody.

Good night!

Advertisements

4 thoughts on “I’m a social climber, so what?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s