Cerita Sebuah Ransel Hijau Usang

Brakk!!

Dimas melemparkan tas ransel hijau miliknya yang sudah lusuh dan kumuh itu ke pojok ruangan. Benda-benda yang tadinya berada di dalam tas kini keluar berserakan karena retsleting nya kini telah rusak pula akibat dibanting oleh nya.

Ia sedang kesal, kesal entah pada apa juga tak mengerti. Yang ia tahu saat ini ia sangat kesal dan menyesali keadaan dirinya, pekerjaaannya , hidupnya, percintaannya. Ia tak tahu haru melampiaskannya kepada siapa. Hingga pada akhirnya tas ransel hijau 30L kesayangannya yang telah usang dan hampir jebol itu lah yang menjadi sasarannya.

Tas yang selalu menemaninya melakukan perjalanan. Perjalanan yang penuh dengan cerita, dikala hujan, panas terik, dingin, dikala tersesat dan jauh dari rumah dan keluarga. Tas ransel hijau itu lah yang selalu menemani nya. Walau ia sudah muak juga dengan keadaannya yang hampir rusak , namun ia belum punya uang untuk mengganti nya.

“Kenapa sih hidup gue bisa kaya gini !?” Brakk!! Ia kembali menendang tas ransel hijau itu dan sekarang tas itu sudah benar-benar rusak.

Dimas berusaha menenangkan perasaan yang entah perasaan apa itu dia pun tak tahu. Ia duduk ditepi kasur. Mengatur nafas, meredakan emosi. Kemudian ia memandangi tas ransel hijau miliknya yang kini rusak dan isinya berantakan kemana-mana.

Kemudian, timbul rasa penyesalan dalam dirinya. Kenapa ia harus melampiaskan kemarahannya kepada tas ransel hijau kesayangannya itu? Tas itu tidak punya salah apa-apa. Justru tas itu lah teman terdekatnya selama ini. Teman yang selalu mendengar keluh kesah nya. Teman yang mengantarkan ia ke tempat-tempat baru. Tempat yang menemaninya mendapatkan karir baru dalam hidup nya. Teman yang membuatnya bahagia ketika pertama kali memilikinya dan ketika selalu bersama nya.

Ia mengambil tas hijau kesayangannya dari lantai. Kemudian setetes air mata mengalir dari matanya. Ia merasa bodoh. Kini tas kesayangannya telah rusak. Mungkin bisa diperbaiki, tapi tak akan sama seperti dulu lagi.

Advertisements

2 thoughts on “Cerita Sebuah Ransel Hijau Usang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s