Indonesian Travel Blogger : Tourism Ambassador 2.0

indonesian travel blogger
Beberapa waktu lalu, lagi asik-asik ngerjain project baru #SocmedStory , eh di Facebook liat suatu postingan yang menarik dari Mas Wira Nurmansyah yang berjudul Top 100 Indonesia Travel Blog . Gue coba klik dan baca dong, ternyata di dalam nya terdapat puluhan list para travel blogger Indonesia hits yang disusun berurutan sesuai ranking Alexa mereka. Jangan tanya blog gue. Jelas gak akan masuk ke dalam list sana. Tenang Mas Wira, kalo baca tulisan ini pun, ini bukan kode buat masukin gue ke list itu haha..

Yup, berhubung gue bukanlah seorang so called traveler yang suka dan sering bepergian atau expert banget deh kalo diajak ngomong dunia per-traveling-an, gue sadar diri gak akan masuk kesana. Meski pun gue suka juga bepergian kaya mereka, kalo punya uang banyak dan waktu juga gue mungkin akan menyisihkan sebagian waktu gue untuk bepergian lebih banyak. Tapi sekali lagi, apalah gue dibandingkan sama para temen-temen travel blogger atau traveler lainnya, gue cuma butiran rinso. 😀 #AkuMahApaAtuh

Lagi pula blog gue gak gue targetin untuk blog traveling kok, postingan gue random, gue lebih suka ceritain apa yang ada dalam pikiran gue, benak gue atau pengalaman hidup gue, ya salah satunya juga ketika melakukan perjalanan. Tapi seperti yang gue bilang, blog gue bukan blog traveling abis, walau gue sadar bahwa travel things will get so many opportunities to grow up and be a good business this year, terutama dengan diberlakukannya AFTA 2015. Mungkin ketika saatnya nanti, gue akan buat project blog khusus buat traveling, atau mungkin gak 😀

Ok.. Setelah panjang lebar, malah curhat masalah blog sendiri, sebenernya ada yang mau gue sampein berkaitan dengan list para travel blogger itu. GILA YA, BANYAK AMAT TERNYATA~! Beberapa gue kenal dan tau, mulai dari mereka yang nulis travel blog yang ditulis dengan gaya komedi, berkonsentrasi pada sejarah, pendakian, people stories, culinary, culture, ada yang pake bahasa Inggris, terus juga ada yang dengan gaya bercerita tentang pengalamannya sendiri kaya sebuah jurnal, ada yang deskriptif banget dan formatnya travelouge banget, dan lain – lain deh.

Well, kebayang gak sih lo, sebanyak itu para travel blogger hits berdasarkan rank Alexa di negara kita. Itu aja yang baru mas Wira data di blog nya, belum lagi yang mas Wira gak kenal, belum lagi para travel blogger wannabe yang masih merangkak, belum lagi para travel blogger yang emang udah rajin nulis tapi gak terkenal (walau kenyataannya saat ini para travel blogger kebanyakan terkenal dan pengen dikenal, jualan boook! Wajib itu 2015! JUAL DIRI! ). So, kebayang kan seberapa banyaknya?

Ok, agak lebih serius berkaitan dengan peranan travel blogger Indonesia terhadap perkembangan pariwisata negara kita. Sempet nyari postingan siapa aja travel blogger yang waktu itu diundang meeting-meeting apa gitu sama Pak Menteri Arief Yahya beberapa waktu lalu tapi gak ketemu malah nyasar ke blog nya Mas Efenerr yang berjudul ini Surat Terbuka Kepada Menteri Pariwisata , yah sesuai karakternya Mas Chan banget lah tulisannya, jujur, tajam, bagi beberapa orang nyebelin, tapi ya banyak benernya (menurut gue loh ya). Gue juga setuju untuk beberapa hal yang ada di tulisan itu, khususnya tentang seberapa besar potensi yang ada di negara kita, baik sumber daya alam dan juga manusia nya, tapi mungkin sampai sekarang kalo yang gue liat juga hampir sama kaya yang Mas Chan liat, penanganan yang kurang serius.

Gue gak akan membahas tentang tulisan Mas berjenggot itu terlalu jauh, atau membahas tentang dunia kebijakan para menteri dan embel-embel nya, kapasitas gue bukan di situ. Bukan, bukan berarti juga gue mau mengangkat masalah Surat Terbuka Untuk Menteri Pariwisata yang beberapa waktu lalu hits banget di twitter dan jadi kontroversial kayaknya ya, gue gak terlalu ngikutin banget sih, lagi UAS. #OchoyAnakRajin

Di sini, yang pengen gue tekankan adalah, para travel blogger tersebut, semuanya, iya kalian semua sebenernya punya kontribusi yang sama dalam ngembangin kepariwisataan Indonesia. Dari kalian lah muncul publikasi dan promosi beragam tentang destinasi pariwisata, keindahan alam, potret masyarakat dan juga usaha-usaha dari para pelaku bisnis di tempat pariwisata di Indonesia. Kalo boleh dibilang, kalian itu sebenernya udah mulai merangkap, bahkan udah menjadi Tourism Ambassador 2.0, duta pariwisatanya Indonesia versi baru.

Kenapa gue sebut gitu, sebagai salah satu orang yang pernah berkecimpung di dunia pemilihan duta pariwisata (Cielah dah ah lu choy!), gue melihat cukup banyak kesamaan peran dan kontribusi antara duta pariwisata dan travel blogger, dalam hal mempromosikan potensi pariwisata di Indonesia. Beda nya, para travel blogger gak perlu bisa dandan menor, pake baju kebesaran, ikut pemilihan dan bahkan gak usah terlalu merhatiin konsep 3B (Brain, Beauty and Behaviour) dalam dirinya. Satu lagi, mereka gak wajib senyum keliatan gigi berjamjam! Gak usah!

2014-06-08 16.15.21
Ini yang katanya disebut Duta Pariwisata, duh jadi kangen Mpok aye… (kaga usah pade ketawa liat gaya gue!)

Tapi dengan bermodal kata dan media blog, mereka dapat menciptakan efek yang luar biasa terhadap perkembangan pariwisata di Indonesia. Coba deh liat sekarang, pasti 3 dari 10 orang temen yang lo punya pada suka jalan-jalan atau traveling. Pasti diantara temen-temen lo ada yang sering ngomongin “eh jalan kesini yuk, katanya bagus loh”, “eh gue baca di internet di tempat itu keren banget loh, poto-poto nya bagus!”. Pernah gak? Pasti pernah. Yaitu dia, mereka dapet segala informasi dengan mudah dari mana? Internet! Bener banget! Kalo mereka masukin suatu keyword yang berhubungan sama destinasi pariwisata aja coba? Bang bang into the room (I know you want it) Bang bang all over you (I’ll let you have it) Wait a minute let me take you there (ah) Wait a minute ’til ya – Jessy J, Nicki Minaj, Ariana Grande…. Dih malah nyanyi.. Maksud gue Bang! Bang! Hasil pencarian adalah orang-orang yang menaruh tulisan mereka di blog tentang dunia pariwisata. Ya mungkin cerita kamu lah salah satunya, beb! 😉

Selain itu, dengan sosialisasi mereka dengan sesama traveler atau wisatawan baik lokal maupun internasional, khususnya sih yang internasional, mereka membantu membangun citra dan reputasi Indonesian People dan juga mempromosikan keindahan pariwisata kita yang lain dengan obrolan dan iteraksi mereka. Keren gak? Kalo duta pariwisata palingan juga kalo ada pameran jadi pajangan di pameran, ngejelasin blablablabla, ya efektif sih, tapi cakupannya menurut gue kurang luas dan gak terlalu berdampak besar, secara yang dipromosiin pariwisata di daerahnya doang. Beda sama travel blogger , mereka menurut gue, semakin sering jalan, semakin banyak pengalaman dan informasi yang mereka punya dan bisa bagikan kepada dunia melalui blog mereka. So, itu kenapa gue sebut mereka sebagai Tourism Ambassador 2.0.

Bagus sih langkah bapak Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata Indonesia (2014-2019) dalam merangkul para travel blogger Indonesia untuk membantu mendorong kemajuan dunia pariwisata Indonesia. Bagus banget gue setuju! Tapi gue juga setuju sama Mas Farchan kalo kesempatan yang sama mungkin juga bisa diberikan kepada travel blogger lainnya untuk dapat diajak bekerja sama. Ya walau gue juga harus akui kalau travel blogger yang udah hits mempunyai kemampuan persuasif dan eksposur yang besar dalam hal penyampaian informasi, mereka adalah spoke people yang cocok mungkin untuk apapun project dan program yang sedang direncanakan oleh kementrian pariwisata saat ini.

Masalah penanganan destinasi pariwisata apapun itu di Indonesia, gue sih sangat menyarankan kembali memperhatikan konsep Sapta Pesona dalam megembangkan destinasi pariwisata yang ada. Istilah yang satu ini sering banget keluar dalam pertanyaan dan pembahasan di ajang pemilihan duta pariwisata. Itu apaan sih choy? Intinya itu tuh sebuah konsep dari keadaan yang seharusnya dimiliki oleh sebuah destinasi wisata di Indonesia. Sesuai namanya, terdapat 7 (sapta) keadaan yang perlu dipenuhi :

  1. Aman
  2. Tertib
  3. Indah
  4. Bersih
  5. Sejuk
  6. Ramah Tamah
  7. Kenangan

Dengan membangun dan menciptakan tujuh kondisi tersebut di masyrakat diharapkan gak cuma pariwisata Indonesia aja yang maju, tapi juga bisa mendorong disiplin nasional untuk membangun citra dan jati diri bangsa di mata Internasional. Gila bahasa gue serius amat ye! 😀

Nah, bisa juga kan para travel blogger itu bersatu buat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang kondisi pariwisata di tempatnya. Melaui tulisan-tulisan mereka selain mempromosikan destinasi wisata yang ada, juga bisa membangun kesadaran para pembacanya tentang menjaga keadaan lingkungan sekitar destinasi wisata yang ada. Emang ribet sih , tapi pasti bisa dong kan ya. Mungkin kalo ada yang sukanya promosi silahkan, nah bagian yang mensosialisikan tentang rosponsible tourist and travel writer mungkin ada lagi tuh yang nulis. Ya saling support satu sama lain lah.

Gue orang nya paling gak suka liat konflik sebenernya, jadi kalo ada liat beberapa traveler debat bahkan sampe twitwar gara-gara sebuah isu, sedih aja dan jadi…males. Menurut gue boleh aja beda pendapat, tapi jangan ampe berantem hehe apalagi dibawa di dunia nyata 😀 Tapi gue mah males ikut – ikutan, senggol bacok, mending senggol-senggol kamu aja biar dipeluk, kan enak!

Gue sekali lagi bukan traveler , gue cuma kebetulan aja kenal dan berteman dengan beberapa orang yang disebut-sebut traveler, dan dari timeline yang selalu gue liat, gue mengamati. Ya gitu deh hasilnya hehe, salah satunya ya tulisan ini hasil pengamatan gue.

Intinya siapapun lo, apapun tujuan lo jalan – jalan, ketika lo nulis tulisan perjalanan and you call yourself as traveler lo udah ikut berkontribusi mempromosikan pariwisata di Indonesia. Meski kalian gak pake bedak dan bawa-bawa selempang dan pake baju tugas sebagai duta pariwisata, tapi kalian adalah duta pariwisata yang memiliki kelebihan dan keunikan masing-masing dengan cara masing-masing mencintai Indonesia dan mengembangkan pariwisata Indonesia.

Dear, Indonesian Travel Blogger, Be United! 

Disclaimer : Tulisan ini tidak bermaksud menggurui, memulai perpecahan dan konflik serta mengangkat isu yang tidak penting untuk diperdebatkan. Tulisan ini semata-mata ingin mengapresiasi segenap Travel Blogger Indonesia , serta merupakan pemikiran dari orang yang bukan siapa-siapa.

Advertisements

32 thoughts on “Indonesian Travel Blogger : Tourism Ambassador 2.0

  1. Prok..prok..prok.. sama choy, ga suka lihat konflik. Kalau kita konflik, yang ada justru pariwisata tetangga yang semakin jaya kan. Para blogger-blogger Indonesia (ga cuma travel blogger, iya kamu choy hehe) bisa jadi pasukan promosi online ke seluruh dunia. Bahu-membahu untuk pariwisata kita.

    Eh btw, ga jadi ganti domain? hehe

  2. Travel blogger yang mulai menjamur begini memang harus dimanfaatkan benar-benar sama pemerintah :hmm.
    Ngomong-ngomong sekarang sudah jarang ya konsep sapta pesona itu digaungkan. Seingat gue dulu santer banget, tapi sekarang kayaknya menghilang.

  3. Wah.. Pengamatan Ochoy tajam nih.. Aku juga baca beberapa sih postingan surat terbuka itu. Bagus-bagus idenya. Kita semua pasti ingin pariwisata Indonesia maju kok.

  4. Tulisan yang bagus dan menyenangkan bagi yang membaca 🙂

    Soal Sapta Pesona, kayaknya emang tergilas sama branding ‘Wonderful Indonesia’ akhir-akhir ini. Branding esensial seperti poin-poin tsb seharusnya tidak terbayangi (overshadowed) oleh branding teknis seperti jargon,logo, dan simbol.

    1. Makasih mas mol udah baca dan mampir..

      Sebenernya kalo aku sih gak ada masalah sama branding dari Wonderful Indonesia, selama mungkin ya sejalan dengan apa yang perlu dilakukan (yang menurut saya perlunya membangkitkan semangat sapta pesona di destinasi wisata) .. percuma kalo branding oke tapi gak didukung sama pelaksanaan di dalam (di destinasi wisatanya sendiri) ..

      Setuju deh.. 🙂

  5. Tidak bisa tidak sepakat dengan tujuan dari tulisan ini. Saya pernah mengungkapkan sedikit hal yang serupa pada artikel yang pernah saya tulis, intinya sesama travel blogger adalah bersaudara, karena menurut saya, kita punya tujuan yang sama demi Indonesia tercinta. Tak mudah mengesampingkan ego setiap individu, sesuatu yang wajar tetapi ada saat yang tepat untuk itu jika kita mau maju.

    Salam kenal ya Mas, salam pelangi 🙂

  6. Jangan terlalu takut berkonflik dan berargumen. Kadang solusi muncul dari sana 🙂

    Dan gue suka nih tulisannya dari duta pariwisata yang sebenarnya! Para putra dan putri. Thanks bro!

    1. Thanks juga Mba Mumun udah mampir dan komentar..

      Berargumen dan berkonflik asal gak dibawa ke kehidupannya nyata kali ya 😀

      Setuju sih, dari konflik dan argumen kadang muncul solusi dan pembelajaran. Tapi ya prosesnya itu yg kadang nyebelin 😀

      Tulisan ini sekedar sharing aja kok mba hehe.. I apreciate to all travel blogger. You guys are awesome! 😉

  7. The problem is, tujuan misi dari beberapa travel blogger itu berbeda, pun pada dasarnya mereka sama – sama ingin memajukan pariwisata indonesia dengan caranya masing – masing. Berdasar pengalamanku, dengan idealismenya masing – masing, menyatukan perbedaan akan cukup sulit. Mungkin mereka akan bisa jalan bareng kalau tidak ada yang mempermasalahkan masalah – masalah kecil :D. Yang penting terus berkarya, tanpa mengomentari idealisme yang lain. Aku juga masih sering khilaf, suka komentar yang nggak perlu. Tapi mulai sekarang sudah mengurangi, dan fokus untuk belajar dan terus berkarya saja 😀

    Nice writing choy! Btw, itu fotonya udah kayak jawara betawi aja :v

    1. Huhu.. Setuju, masalahnya disitu.. Tapi, again aku sih gak mempermasalahkan idealisme masing-masing orang..Tiap orang berhak mempertahankan idealismenya masing masing.. Meski kadang ampe ribut…

      Tapi sebisa mungkin jangan sampe diterusin ributnya.. Hehe

      Setuju juga sama masalah terus berkarya.. Daripada abisin energi buat ribut lebih baik buat bikin tulisan-tulisan yang bisa dongkrak page rank 😀

      *lirik poto* *malu*

  8. bagus tulisannya, saya juga kemarin sempet kepoin tulisan” buat si bapak pariwisata dan sempet liat twitwarnya juga #eh :v
    Sebenernya punya tujuan yang sama, pengen bikin pariwisata Indonesia makin top, tapi kalo diliat juga gak enak ya kak twitwar-an gitu, mending bareng” gandengan buat cari solusi yang paling efektif gimana hehe :v

    Salam dari imalavins.blogspot.com 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s