Hai, Sahabat.. Bagaimana dengan Tidur mu?

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-2

#NowPlaying – If I Die Young – The Band Perry

Hei, Sahabat? Bagaimana dengan tidur mu? Gak terasa ya, lama banget aku gak melihat candaan dan kicauan mu di linimasa.. Sudah 2 tahun lebih loh tepatnya dari saat kamu tertidur untuk waktu yang lama. Bagaimana keadaan mu di sana? Semoga Allah memberikan cahaya dan juga keleluasaan bagimu untuk menikmati sisa-sisa hingga dunia ini berakhir ya. Oh ya semoga tidur mu semakin nyaman karena dijaga dan ditemani para bidadari cantik kesukaanmu ya.

Maaf ya, aku sudah sering lupa mengingat mu dalam setiap doaku. Aku bahkan juga sudah sering lupa mendoakan keluargaku yang sudah tiada lebih dulu.

Hei, Sahabat.. Ingat gak sih kamu dan aku dulu pernah punya janji untuk bertemu ? Tapi karena waktu tidur mu sudah tiba, aku jadi tidak pernah sempat bertemu dengan mu di dunia nyata.  Mungkin, kalau kamu terjaga saat ini, kita sudah bisa bertemu dan juga berbagi canda bersama ya. Oh ya, beberapa tahun belakangan lagi musim selfie loh. Pasti kita juga sudah melalukan hal tersebut ya kalau bertemu hehe. Mungkin juga, kalau kamu masih terjaga , aku dan kamu akan berlomba-lomba mengikuti #30HariMenulisSuratCinta ini dengan penuh semangat.

Hei, Sahabat.. Jika kamu terjaga, apa sih yang ingin kamu sampaikan ketika bangun dari tidur mu yang panjang itu? Jika kamu dapat mengakes jejaring sosial, apa sih yang akan kamu sampaikan dari dalam ruang tidurmu? Aku penasaran. Aku takut akan kegelapan tidur mu. Membayangkannya saja aku merinding. Andai aku bisa tau apa yang kamu rasakan dari dalam sana.

Jujur Sahabat, aku takut kalau saat ku tiba dan malam menghampiri , aku harus tertidur lama seperti mu. Aku takut, sepertinya masih banyak sekali noda hitam dalam diriku yang mungkin akan susah dibersihkan. Aku takut tuhan tidak menyayangiku ketika tidur nanti dan memberikan ku mimpi yang buruk. Aku juga belum tau perbekalan apa yang harus ku bawa. Bahkan mungkin aku belum punya bekal apa-apa. Tidak seperti traveling, perbekalan ini mungkin akan sangat banyak dan tidak sembarangan. Aku belum siap , hei Sahabat ku..

Dengan kutulis nya surat ini, teriring doa untuk mu. Aku harap tidur mu nyenyak ditemani para bidadari nan cantik. Aku harap kita dapat bertemu nanti saat hari kebangkitan dengan jiwa yang diterima oleh sang pencipta. Hei, Sahabat.. Dengan datangnya surat ini aku ingin kamu tahu kalau kami menyayangimu dan kami merindukan mu. Dengan surat ini aku ingin kamu tahu bahwa aku tidak akan pernah melupakan mu. 🙂

Selamat menikmati tidur mu ya Sahabat!

Untuk mu, Sahabat ku  @andre_andreee ( From Good Bye A Good Friend )

Andri Setiawan
Andri Setiawan
Advertisements

11 thoughts on “Hai, Sahabat.. Bagaimana dengan Tidur mu?

  1. Surat dan ceritanya menyentuh banget.
    Hanya gara-gara asap rokok. Ya Tuhan, pembunuh benar benda kecil objek isap itu.
    Saya pikir Mas Andre pasti sangat bahagia kalau dia membaca surat ini, Mas. Bisa berada di sisi-Nya adalah kebahagiaan, tapi tetap dikenang oleh sahabat-sahabat adalah bahagia yang lebih besar lagi 🙂

    Turut berduka cita :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s