Berakhir di Januari

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke- 6

#NowPlaying – Januari – Glenn Fredly 

Berapa sering kamu jatuh cinta?

Berapa sering kamu jatuh cinta pada pandangan pertama?

Aku, mungkin salah satu orang yang mudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Sebagian orang menganggap aku bodoh. Tapi pernah jatuh cinta pada mu saat pandangan pertama itu gak bisa aku sebut sebagai kebodohan. Aku menikmatinya, aku menyukainya. I feel alive!

Kamu, si gadis pencemburu berzodiak Cancer. Aku ingat aku begitu bersemangat menulis sebuah tulisan di blog tentang diri mu beberapa bulan lalu. Ah iya, ini dia postingannya [Dealing with A Cancer]. Begitu aneh rasanya berurusan dengan seorang gadis Cancer yang dari dulu aku sangat hindari karena keposesifan nya. Namun aku justru malah jatuh cinta kepada mu.

Dear, Cancer.

Ingat gak kamu ketika kita pertama kali bertemu untuk pertama kali? Di sebuah coffee shop yang tidak terlalu banyak pengunjung? Aku datang terlebih dulu, tak ingin mengecewakanmu atau membuatmu menunggu.

Aku duduk sendiri dan sedikit ada rasa gugup menjalar di sekujur tubuh. Aku takut, takut akan berbagai kemungkinan yang terjadi.

Kemudian kamu datang dengan agak sedikit canggung menghampiri ku, oh ya dan dengan senyum manis mu melambai dari bibir merah yang merona itu. Aku gemes. “Pindah yuk, smoking room” ajak mu waktu itu yang seketika membuat ku sebal. Cewek? Ngerokok?

Kita kenal dari mana? Ah ya aku ingat, kita kenal dari twitter yang gak sengaja aku follow. Aku mengikuti TL mu selama beberapa bulan dan memberanikan diri menyapa. Aku tertarik  padamu dari profile twitter mu. Ya sebelum aku tau kamu adalah seorang gadis perokok.

“Kamu gak ngerokok?” , tanya kamu dengan sangat manis.

“Nggak” jawabku dengan jutek.

Kemudian aku membiarkan dia menghirup asap beracun itu sambil kita ngobrol. Baru setelah beberapa menit aku berani melarang nya merokok. Gimana bisa aku biarkan gadis mungil seperti kamu merusak diri kamu dengan asap -asap itu.

Kamu ingat kita bercerita panjang lebar, bercerita dari A-Z dan aku gak tau kenapa sangat suka ketika kamu bercerita, berbicara dan menatap diriku. Seakan kamu dan aku sudah saling mengenal untuk waktu yang lama. Aku gak menyangka kamu bisa bercerita begitu gamblang nya mengenai keluarga dan mantan-mantan mu. Aku juga gak menyangka aku bisa seluwes itu bercerita hal serupa.

Aku rasa, saat itu kita sudah saling menyukai.

“Kamu sudah punya pacar?”, tanya mu kala itu yang membuat ku bingung bagaimana harus menjawab. Aku, masih sendiri, meski aku sedang ada masalah dengan wanita lain yang juga sedang dekat denganku.

“Emangnya kenapa?” , tanya ku.

“Aku gak mau pedekate sama cowok yang ternyata dia udah ada cewek lain, terus aku tahu di akhir dan cuma sakit hati”. Jawab dia dengan pasti dan kali ini sudah mematikan rokoknya.

“So do i.. ”

Obrolan kita berlanjut pada hal-hal lain yang lebih serius, kemudian aku mengagumimu. Aku kagum akan prestasi mu, kegigihan mu, pola pikir mu. Aku kagum pada diri mu dan kedewasaanmu. Aku rasa aku mulai jatuh cinta.

Tak terasa obrolan kita sampai pukul 3 pagi, kamu harus pulang karena mamah mu juga sudah menghubungi beberapa kali.

Aku begitu senang dengan pertemuan pertama itu, aku begitu bersemangat pada dirimu. Dan ketika aku mengantar mu ke parkiran, aku gak menyangka kamu kemudian memelukku dengan erat. Aku, terdiam, aku suka, aku menikmatinya, aku merasa nyaman. Saat itulah aku jatuh hati pada mu, jatuh hati pada mu pada kesempatan pertama bertemu dengan mu. Kesempatan itu begitu manis dan sampai aku menulis surat ini, masih terbayang detil yang terjadi , parfum yang kamu pakai, pakaian yang kamu kenakan, jam tangan, senyum mu, hingga sentuhan tangan mu. Aku rindu itu!

Perasaan itu nyata. Aku tidak bohong.

Sampai kemudian hubungan kita berlanjut ke arah yang lebih baik, dengan aku memutuskan hubungan dengan wanita sebelumnya yang membuat ku pusing itu. Aku memilih kamu.

Aku gak bisa terburu-buru dan kamu pun begitu. Maka kita  memutuskan sebuah perjanjian kalau kita akan memberikan keputusan masing-masing setelah 30 hari + 4 hari dari pertama kita bertemu. Itu adalah tanggal 12 Januari 2015.

Selama perjalanan itu kita mengalami dinamika yang penuh kejutan, penuh kasih, penuh kangen, penuh marah, cemburu, penuh dengan masalah.

Sampai akhirnya aku menyakiti perasaanmu. Kamu tak sengaja membaca percakapanku dengan mantan ku. Iya, aku yang masih belum bisa melupakan dan merelakan mantan ku. Aku yang masih mengharapkannya dan aku yang masih menyayangi nya.

Aku sadar hal itu begitu melukaimu, aku sadar aku terlalu bodoh (lagi) untuk mendekati mantan ku dan menyia-nyiakan orang yang sudah mulai menyayangiku dengan ketulusannya. Aku tau kamu begitu menyayangiku. Aku merasakannya.

12 Januari 2015

Saat itu juga kisah kita berakhir.

Hubungan kita menjadi aneh, aku jujur masih gak bisa merelakan mu. Tapi aku juga gak bisa untuk mencoba lagi , setidaknya saat ini jika perasaan ku saja masih tak menentu.

Aku seperti jatuh di dua hati. Aku seperti berada di sebuah transisi antara melupakan masa lalu dan menggapai masa depan.

Aku begitu cemburu jika membayangkanmu bersama laki-laki lain. Tapi aku juga gak mau kamu menikmati penderitaan dengan segala dendam dan sakit hati jika kamu bersama aku. Aku sungguh tersesat.

Tapi, aku begitu merindukan mu. Saat ini mungkin kita gak akan bisa bertemu untuk waktu yang cukup lama. Atau entah bagaimana hubungan kita nanti ke depan, aku tidak tau.

Aku hanaya ingin meminta maaf atas segala kesalahan, kebodohan dan perlakuanku pada mu. Aku minta maaf telah menyakiti hati kecil mu yang penuh ketulusan itu. Aku rindu kamu dan senyum mu.

Untuk kamu yang pernah memberikan kenangan begitu manis saat pertama bertemu, gadis cancer dengan senyum manis. Aku sayang kamu, meski kita gak akan bisa bareng-bareng.

Oh ya, aku mendapatkan banyak sekali pesan dari mu, kini aku juga ingin menyampaikan beberapa pesan :

  1. Kamu cantik, aku menyukai kamu apa adanya kamu dan gimana pun kamu. Inget itu, ya kamu spesial.
  2. Jangan sering-sering nyuekin pacar kamu yang baru nanti ya, karena beberapa orang gak bisa dicuekin dan akan sedih loh.
  3. Tetep jadi kamu yang ngegemesin dengan segala kemampuan mu dan cerita-ceritamu.
  4. Raih mimpi mu! Katanya mau jadi desainer sukses di NY , USA? Katanya mau belajar tentang fashion lebih dalam di France? Katanya mau jadi host di acara fashion ? Wujudin ya cantik!
  5. Kamu pasti bisa jadi wanita sukses! Aku percaya itu.

Dear, gadis berzodiak Cancer, aku rindu kamu….

Semoga kamu baik-baik saja..

I'm Sorry
I’m Sorry , I miss you.
Advertisements

One thought on “Berakhir di Januari

  1. Mungkin kalau dia diberi waktu sedikit untuk berpikir, dia akan mempertimbangkan ulang segalanya, Mas :hehe :saran
    Good luck, semoga akhir cerita untuk kalian bisa jadi yang terbaik :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s