Dear, Bayek.. Jangan Lupakan Kami

#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke- 8

#NowPlaying – You’ve Got A Friend – James Taylor

Surat kali ini akan gue tujukan sama salah satu penulis yang telah menjadi inspirasi buat gue. Bagaimana beliau dan bukunya bisa merubah cukup banyak hal dalam hidup gue.

Dear, Bayek..

Apa kabar Yek?

Semoga selalu sehat meski dalam kesibukan yang begitu padat ya!

Pertama, aku mau berterima kasih pada mu Yek, terima kasih karena telah menulis buku yang indah dan tulus. Tau gak tulisan mu itu telah menginspirasi banyak orang loh, orang-orang seperti kita. Orang-orang yang dulu berpikir mungkin hidupnya tidak akan jauh dari nasib awal yang diberikan Tuhan. Ah, kamu pasti sudah tahu ya Yek.

Pertama kali aku dengar nama dan buku mu, aku merasa asing loh, asing banget. Tapi ketika sahabatku datang padaku dengan mata berbinar dan penuh semangat menceritakan buku mu, aku tau buku itu buku bagus. Aku mulai membaca buku yang sahabat ku pinjamkan dan ia dapat dari mantan kekasih nya dulu. Aku mulai membaca dan hanyut pada tiap kata dan lembar-lembar berikut nya pada buku mu. Bahkan aku sempat beberapa kali menitikkan air mata karena beberapa bagian begitu membuat ku tersentuh.

Mengenal mu hanya lewat buku kemudian bersaling sapa melalui twitter kala itu sungguh menyenangkan. Kemudian kita pun akhir nya bisa bertemu bersama Keluarga Apel yang lain [baca disini] . Pertemuan dengan mu dan beberapa anggota Keluarga Apel lain begitu menyenangkan dan masing-masing cerita mereka begitu menginspirasi, mengingatkan, menyadarkan dan tentu saja penuh dengan pembelajaran hidup yang bisa diambil. Terima kasih telah mempertumu kan ku dengan mereka! Terima kasih telah bertemu dengan ku. Terima kasih untuk pertemuan itu.

Kemudian, dari pertemuan itu akhirnya kami tahu bahwa buku mu akan difilmkan, wah seru! Kemudian aku waktu itu berkesempatan mendapatkan tiket nonton peluncuran film nya bersama sahabat ku , Tian. Kami sangat berterima kasih.

Film itu sangat bagus buat aku, karena tidak hanya menjual mimpi tapi juga menunjukan realita kehidupan yang perlu kita hadapi , dan bagai mana kita memperjuangkan mimpi kita yang bertabrakan dengan realita yang ada. Dikemas dengan penuh makna, keindahan dan cermat. Aku lagi, lagi menitikkan air mata pada beberapa adegan film.

Saking aku suka nya pada film itu. Aku sempat mengajak keluarga ku Ayah, Mamah, dan kedua adik ku untuk nonton bareng. Ketika film usai, aku tahu Ayah ku menangis, namun ia memang tidak pernah mau menunjukan itu pada ku. Setelah film selesai, Ayah berpesan, kamu juga harus bisa sukses kaya Mas Iwan. Setiap aku pulang ke rumah bahkan beberapa kali Mamah dan Ayah menanyakan kabar mu. Mungkin suatu saat akan aku perkenalkan mereka pada salah seorang inspirasi dalam hidup ku, kamu.

Yang terjadi selanjutnya sungguh ajaib! Sebelum itu Ayah tidak terlalu suka aku berkuliah dan berhenti bekerja serta cuma mengandalkan pekerjaan paruh waktu, Tapi pa yang terjadi, entah kenapa aku merasa setelah menyaksikan film 9 Summers 10 Autumns The Movie, pandangan dan pola pikir Ayah dan Mamah berubah. Mereka mendukung segala keputusan ku dan juga mensuport kuliah ku hingga 200% (tau apa lah artinya itu, sama seperti yang kedua orang tua mu lakukan ketika kamu akan masuk IPB). Aku terharu bahkan kejadian paling mengharukan yang membuatku makin semangat kuliah adalah ketika ayah memberikan suatu pesan penyemangat yg sempat aku tulis di sini.

Terima kasih karena telah memberi pengaruh positiv dan ajaib bagi diriku, hidup ku dan keluarga ku.

Aku cuma mau menyampaikan pesan, yang sepertinya juga sudah kamu pahami.

Jangan pernah melupakan keluarga, sesukses apapun dan setinggi apapun diri mu. Karena kita berawal dari keluarga , dan akan pulang kepada keluarga kita, terutama kedua orang tua. Aku harap diri mu tidak seperti ku yang sering lupa sholat dan mendoakan kedua orang tua. Aku harap kamu lebih rajin dari aku dalam hal mendoakan orang tua.

Oh ya Bayek, jangan pernah lupa sama masa-masa sulit mu, karena itu yang akan jadi penyemangat sekaligus pengingat, disaat kamu susah atau disaat kesombongan mulai merasuk. Kita membutuhkan itu untuk mengingat siapa diri kita dan dari mana kita berasal.

Oh ya satu lagi, jangan lupakan kami anak-anak Keluarga Apel, para pembaca mu yang begitu kagum akan hidup dan tulisan mu, bahkan kamu sekarang masih terus mencoba meraih kesuksesan (lagi) dalam hidup mu, keren! Karena seorang penulis tidak akan pernah besar tanpa adanya pembaca dan pembaca setia. Oh ya, beberapa Keluarga Apel Jakarta kangen tuh pengen kapan-kapan kita bisa kumpul bareng. Semoga ada waktu gak sibuk ya buat kita bisa sharing-sharing lucuk!

Apapun yang sedang kamu kerjakan dan lakukan , semoga Allah selalu memberikan kesuksesan dan kebahagiaan! Semoga apapun itu memberikan manfaat dan juga bisa membuat mu membahagiakan keluarga mu. Terus berkarya dan menginspirasi!

Salam,

Keluarga Apel

Keluarga Apel Jakarta
Keluarga Apel Jakarta
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s