A Gift that I’ve Never Expected (YOU)

“Ternyata, semua akan indah pada waktunya itu beneran loh.”

Kalimat itu tercetus dari mulutmu yang bawel dan seketika menyadarkan aku akan apa yang aku juga rasakan dan alami hingga saat ini, “iya juga ya”.

Gak nyangka sih apa yang ku alami selama setahun belakangan ini, akhirnya berakhir dan berhenti di kamu. Aku pikir, tadinya aku akan berhenti mencintai untuk waktu yang sangat lama. Tapi justru di saat aku mau menyerah, aku menemukanmu. Sampai sekarang aku selalu berpikir pertemuan kita memang sudah diatur oleh sang pencipta. Pertemuan yang mungkin ditujukan untuk menyembuhkan aku dan juga kamu dari kesendirian dan rasa sakit.

Aku ingat pagi itu kalau tidak salah, ketika kita sama-sama sadar-tidak sadar dengan aksi dan reaksi kita satu sama lain di media sosial Path. Gak nyangka sih orang yang saat itu beberapa kali aku perhatikan kemudian mengajak aku berteman di jejaring sosial itu. Tanpa ragu, tak seperti biasanya — ketika aku harus berpikir berkali-kali untuk menerima permintaan path orang lain yang belum aku kenal — aku langsung menerima permintaan pertemananmu. Lucu kalau diingat. Dari situlah semua berawal dan menjadikan kita sangat dekat seperti sekarang ini.

Tuhan sering kali memberikan apa yang aku butuhkan ketimbang apa yang aku inginkan. Dalam kasus kita, tuhan ternyata memberikanmu padaku. Iya, ketika seringkali aku tidak pernah berhasil pada orang-orang yang aku inginkan, justru kamu datang sebagai apa yang aku butuhkan.

Mungkin orang yang melihat kita akan menganggap aku jatuh hati padamu karena begitu indahnya penampilan kasat matamu. Hehe, mereka tidak tahu saja yang membuatku jatuh hati padamu adalah pemikiran, kehangatan, kesederhanaan dan kisahmu. Kamu lucu itu bonus bagiku. Namun kamu seutuhnya adalah hal yang paling aku banggakan.

Aku tahu kamu mungkin juga tidak sempurna, tapi aku akan tetap bertahan. Tapi, sepertinya ungkapan “sempurna karena ketidaksempurnaan” sangat cocok bagimu. Karena buat aku, kamu itu begitu sempurna.

Aku tidak tahu seberapa lama kita akan bersama. Yang aku tahu, aku akan bertahan selama mungkin untuk kamu. Tuhan sudah menghadiahkan aku kado yang sangat indah. Jadi, sudah sepantasnya aku menjaga dan merawatnya bukan?

Entah, sepertinya ribuan kata pun tak cukup untuk menunjukan perasaan ini. Tapi, aku yakin kamu tau dan merasakannya. Bahwa kamu kini telah mengisi ruang hatiku yang selama ini hampa dan menjadi salah satu prioritasku.

Jangan pernah bosan dengan kasihku…karena itu tulus…

Advertisements

16 thoughts on “A Gift that I’ve Never Expected (YOU)

      1. Upload lah. Penasaran rupa You itu kayak gmn? Aku baik Dit. Kamu gmn? Kabar dri si Dani kamu sudah gak jomblo lagi..

      2. Jangan kapan2. Atau nanti kuminta fotonya ke Dani aia lah. Masih d Padang. Kamu kesinilah. Ajak pacarmu.

  1. Kirain terakhirnya mau pasang foto berdua. 🙂
    Manis tulisannya. Suka banget baca tulisan yang jujur gini. Hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s