A Letter for D

“Kamu selebtwit?” tanyaku padamu ketika beberapa hari kita berkenalan. 

Kamu pun hanya membalas dengan tawa kecil “Hehe”..

Well, tanpa tau kamu selebtwit pun aku sebenernya sudah menyimpan kagum padamu. Mendengar kenyataan bahwa kamu adalah seorang selebtwit, sebenarnya itu tidak terlalu mempengaruhi kekagumanku padamu.

Jujur, justru ada rasa minder ketika aku mengetahui dirimu adalah pujaan banyak orang di linimasa. Setidaknya itu yang aku pahami. Wah, agak berat ya bagiku yang memiliki insecurity level intermediate ini kalo benar kamu jadi pacarku. Banyak yang, mungkin, mau berkenalan denganmu, mungkin juga banyak yang menaruh hati padamu dan berusaha mendapatkan mu. Sulit sepertinya menjagamu. 

Tapi, entah kenapa segala keraguan dan ketakutanku hilang seiring aku semakin mengenalmu, mempercayaimu. Semakin jauh, aku semakin yakin jatuh hati padamu, bukan pada label yang kau punya. 

Senang sepertinya bisa jadi orang spesial bagimu. Bagiku itu cuma mimpi sih. Sampai sekarang pun, setelah bersamamu, bagiku masih terasa seperti mimpi. 😊

Kamu spesial, dengan atau tanpa label selebtwit itu. Kamu spesial, pake telor dua, ayam, kambing dan udang, eh itu nasi goreng ya? Kamu spesial apa adanya kamu. Bersyukur aku bisa mengenalmu, meski tidak sebagai orang yang spesial pun, mungkin aku juga sudah senang. 

Terima kasih sudah mencintaiku. Terima kasih telah memberikan warna baru dalam hidupku. Terima kasih, D..  

 

Advertisements

4 thoughts on “A Letter for D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s