Kota Singkawang dan Tradisi Cap Go Meh

Dari kecil, entah kenapa gue sering banget dipanggil ‘cina’ dan sering dikira keturunan Tionghoa. Mungkin apa yang terjadi sama nyokap gue terjadi sama gue. Dulu bahkan nyokap gue sering dibilang waktu dia lahir dia itu ketuker di rumah sakit, karena nyokap emang putih di antara saudaranya yang lain dan juga sering dipanggil ‘cina’. Gue gak ngerti kenapa bisa dikira demikian, apa karena mata gue dan kulit gue? Gak tau juga sih, kadang cuma bisa senyum entah harus bangga atau garing ketika ada yang bilang “oh, lo muslim, gue kira orang tionghoa”, yha!

Tapi, sebagai orang yang bukan keturunan Tionghoa, gue juga gak terlalu paham awalnya sama istilah Imlek dan Cap Go Meh. Gue cuma tau kalo Imlek adalah perayaan tahun baru orang Tionghoa, udah itu aja. Istilah Cap Go Meh pun cuma sering gue denger dari nama makanan, Lontong Cap Go Meh, gak ngerti juga artinya apa.

Ketika Simbok Venus nawarin buat ikutan trip dari Kementerian Pariwisata Indonesia ke Singkawang. Gue tentu aja langsung mengiyakan karena penasaran dan tertarik. Sebenernya, gue harus googling dulu sih untuk mengetahui kalau Kota Singkawang adalah kota yang merayakan perayaan Cap Go Meh terbesar di Indonesia, bahkan menjadi pusat perhatian dunia.

2016-02-21 14.49.26

Kota Singkawang sendiri terletak di provinsi Kalimantan Barat, 145 km sebelah utara dari Kota Pontianak, ibukota provinsi Kalimantan Barat. Kalo dihitung jarak tempuhnya kemarin naik mobil sih sekitar 3-4 jam. Jalanan menuju Kota Singkawang bagus kok, jadi gak perlu khawatir bakal lewat lintasan yang off road hehe. Kota Singkawang berada di dekat pesisir dan dikelilingi oleh pegunungan Pasi, Poteng, dan Sakok. Nama Singkawang dalam bahasa Hakka, San Khew Jong yang berarti sebuah kota di bukit dekat muara dan laut. Gak heran ketika gue sampe sana, meski malam hari gue masih sempat melihat daerah pinggir pantai dan muara.

Kota Singkawang ini gak heran di sebut sebagai salah satu pecinan terbesar di Indonesia sih, secara kalo kita ke sini, kiri, kanan, depan, belakang, pokoknya sekeliling kita adalah orang tionghoa, orang Hakka, atau biasa dibilang orang Kek.

Maps.JPG

Orang Tionghoa di Kalimantan Barat sudah ada sejak tahun 1400an ditandai dengan kedatangan Laksamana Ceng Ho atau Sam Po Bo atau Sam Po Kong. Gelombang migrasi semakin besar ketika Sultan Sambas waktu itu, Sultan Umar Akamuddin keturunan dari Sultan Sulaiman (pendiri Kesultanan Sambas) untuk pertama kali mengundang orang Tionghoa dari Tiongkok untuk membuka tambang emas di berbagai wilayah di kesultanan Sambas (sekarang wilayah Singkawang, Bengkawang dan Sambas).

Nah, komunitas orang Tionghoa di Sambas inilah yang kemudian membentuk kongsi-kongsi (perkumpulan dagang) di wilayah tersebut. Karena gelombang migrasi dari Tiongkok tersebut semuanya lelaki, akhirnya banyak dari mereka yang menikahi wanita setempat dan melakukan perkawinan campuran. Jadilah mereka beranak pinak dan meledaklah komunitas Tionghoa di Singkawang. Makanya jangan heran ya kalo yang bukan keturunan Tionghoa merasa jadi minoritas kalo datang ke Singkawang. Tapi tenang aja, toleransi antar umat beragama dan etnis di Kota Singkawang ini sangat tinggi, mereka menjunjung banget kedamaian antar umat beragama di sini. Gak heran sih kalo Kota Singkawang menjadi kota paling toleran ke-3 dari 72 kota yang ada di Indonesia setelah Pematang Siantar dan Salatiga *tepuk tangan*.

2016-02-20 14.57.30

Kota Singkawang disebut juga Kota 1000 klenteng, saking banyaknya klenteng di kota tersebut. Menurut Bong Wui Khong (Wakil Ketua Panitia perayaan Cap Go Meh 2016 yang sudah berkecimpung di kepanitiaan sejak 25 tahun lalu), Singkawang memiliki kurang lebih 700an klenteng, dari yang besar maupun kecil. Kita akan bisa melihat saat orang Tionghoa berdoa di Vihara/Klenteng juga bisa terdengar suara azan berkumandang dari Mesjid pada saat bersamaan. Menurut gue sangat indah dan damai berada di sana, itu yang gue rasakan meskipun di sana sebagai minoritas.

Nah, sejarahnya perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang berawal dari masuknya orang Tionghoa yang datang untuk membuka tambang emas. Sebenernya ya, perayaan Cap Go Meh kalau di tempat lain, dan di seluruh dunia biasanya dirayakan dengan festival lampion dan parade barongsai. Cuma kalo di Singkawang, perayaan Cap Go Meh ini sudah beradaptasi gitu ternyata dan berasimilasi dengan budaya, tradisi dan ritual tradisional animisme setempat.

2016-02-22 09.31.44

Cap Go Meh berasal dari dialek HokKien/Tio Ciu yang berarti cap go = lima belas dan meh = malam, atau dalam dialek Hakka disebut cang nyiat pan,  di mana cang nyiat = bulan satu dan pan = pertengahan. Atau dalam kata lain Cap Go Meh adalah perayaan malam ke 15 i bulan satu dalam penanggalan Imlek atau penanggalan kalender Tionghoa.  Sekarang, gue jadi tau! HAHAHA!

Rangkaian Cap Go Meh di Singkawang ini terdiri dari beberapa rangkaian acara mulai dari acara pembukaan pada malam Imlek, di mana Walikota Singkawang  membuka pekan seni budaya selama 16 hari di Lapangan Kridasana. Jadi selama 16 hari, setiap malam ada penampilan sanggar budaya yang ada di Kota Singkawang, menampilkan berbagai seni budaya yang ada di Indonesia dalam rangka menjalin persahabatan, persaudaraan dan keharmonisan dalam di Kota Singkawang.

2016-02-22 08.33.03

Rangkaian kedua merupakan pawai lampion yang diadakan pada hari ke-13 malam dihitung dari tahun baru imlek. Pawai lampion ini bisa diikuti oleh seluruh elemen masyarakat Kota Singkawang tanpa memandang etnis dan keyakinan.

2016-02-20 21.24.30

Terakhir, perayaan puncak Cap Go Meh di Singkawang ditandai dengan atraksi kesaktian warga Dayak-Tiongkok dalam parade Tatung yang akan memamerkan ilmu kekebalan tubuh mereka sambil ditandu dan diarak keliling kota dan menjadi tontonan tahunan yang paling ditunggu! Tatung sendiri dalam bahasa Hakka (orang Kek) merupakan orang yang dirasuki roh, dewa atau leluhur.  Para Tatung ini nantinya akan beratraksi menusuk-nusuk tubuhnya dengan batang besi, kawat, jarum, tusuk bambu, mengais pedang ke badan, berdiri di atas paku atau pedang dan benda tajam lainnya namun tanpa mengeluarkan darah. Atraksi yang mengerikan namun buat gue sangat menarik dan berkesan ketika bisa melihatnya dari dekat!

Pada perayaan festival Cap Go Meh 2016 lalu ada sekitar 600an tatung yang beraksi dan memamerkan kebolehannya di hadapan kepala pemerintahan setempat seperti Wlikota Singkawang, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, dan didepan para wisatawan serta masyarakat kota Singkawang.Oh ya, untuk yang mau nonton dari podium bisa membayar biaya sebesar Rp. 150.000 loh biar bisa duduk nyaman dengan membayar ke panitia. Atau kalo gak mau repot, ikut tur aja, biasanya sih udah termasuk biaya masuk dan duduk di podium, jadi bisa dapet tempat strategis untuk foto-foto. Kalo gue sih kemarin karena dapet undangan yah, jadi bisa masuk dengan menggunakan name tag yang dikasih hehehe.

2016-02-22 09.44.45

Di Thailand, mungkin ada sejenis atraksi seperti ini, tapi bedanya Tatung di Singkawang ini, mereka merupakan campuran dan hasil akulturasi tradisi suku lain. Jadi penampilan para Tatung ini beragam banget! Ada yang menyerupai dewa atau dewi di kepercayaan orang Tionghoa, ada yang berpenampilan layaknya orang dayak, dan lain sebagainya. Nonton parade Tatung ini sangat menyenangkan dan menarik di awalnya, ngeri, kagum, terkesan, dan lain-lain. Tapi, lama-lama bosen dan panas sih karena kita nonton di bawah terik matahari. Gak sampe habis parade, gue udah melipir keluar dari panggung penonton. Maklum, agak lemah sama sinar matahari, HAHAHAHAHAH!

2016-02-22 09.38.50

Pengalaman menyaksikan festival Cap Go Meh di Singkawang jadi salah satu pengalaman menarik dan berkesan dalam hidup gue. Gak pernah seumur hidup gue kepikiran untuk nonton langsung parade Tatung dan mengikuti perayaan festival Cap Go Meh di Singkawang. Buat yang penasaran, mungkin bisa mulai nyicil tiket pesawat dan cari penginapan jauh-jauh hari, karena mendekati Imlek biasanya hampir semua tiket dan penginapan jadi mahal dan cepat full booked. So, tertarik untuk melihat #PesonaSingkawang di perayaan festival Cap Go Meh 2017?

2016-02-22 18.28.05
Bersama Ibu Esthy dari Kementerian Pariwisata Indonesia

Perjalanan bersama para blogger ini terlaksana atas undangan Kementerian Pariwisata Indonesia. Foto-foto juga diposting di twitter dan instagram dengan hastag #PesonaSingkawang #PesonaPontianak #PesonaIndonesia. 🙂

 

Advertisements

12 thoughts on “Kota Singkawang dan Tradisi Cap Go Meh

  1. Nasib kita sama Dhit, dari kecil juga sering dikira cina. Pas ke India mereka nebaknya aku berasal dari Cina, Jepang atau Korea, jarang yang nebak dari Asia Tenggara. Padahal kalau ngaca, gak ngerasa kaya cina 😀

    Menarik banget nih artikelnya, soalnya udah lama penasaran sama kota Singkawang, selain mendengar kalau kota itu keturunan cina nya banyak banget. Jadi pengen ikut nonton perayaan Cap Go Meh 2017, ajak-ajak ya Dhit! hahahaha #carikesempatan

    1. Hahahaha! Tosss!

      Iya kak menarik banget perayaan Cap Go Meh di sana, yang gue sangat suka sih atmosfir keharmonisan di Singkawang antar umat beragamanya, terus kotanya bersih sih menurut gue ya, makanannya juga patut dieksplor lebih dalam!

      Tahun depan kalo ada kesempatan juga mau ke sana lagi hahahaha!

      1. Kalau gitu ditunggu deh liputan makannya Dhit, soalnya itu penting banget. O iya, sebagai muslim dan Singkawang itu kota yang banyak keturunan tiongkok nya, pengen deh dapat rekomendasi makanan halalnya. Khan gak lucu jauh-jauh kesana makannya cuma roti di minimarket 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s