Merasakan Kehangatan dan Manisnya Singkawang dalam Bubur Gunting

Cuaca Singkawang pagi itu bobo-able dan bikin pengen dipeluk seseorang. Dingin, ditambah hujan rintik-rintik. Tapi semua itu gak menyurutkan niat kami untuk menikmati sarapan makanan khas kota Singkawang, bubur gunting.

Nama yang aneh untuk sebuah bubur di telinga gue. Jadi apanya yang digunting? Ayamnya? Telor? Apanya? Penasaran dibuatnya gue sama bubur gunting ini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Penampakang gerobak bubur guntingnya, bersih, rapi! Credit by : Satya Winnie

Kami pun dibawa oleh driver kami menuju Jalan Antasari. Rasa penasaran menghantui gue sepanjang jalan mengenai bubur gunting ini. Gak lama kami pun sampai di Jalan Antasari dan kami turun di bawah pohon rindang dengan gerobak bubur di bawahnya.Iya, gerobak bubur gunting ini berada di tepi jalan di bawah pohon rindang, gampang ditemukan.

Setelah gue turun, gue kaget dong, “kok cakwe? mana buburnya? katanya makan bubur?”. Ternyata oh ternyata di situlah asal muasal nama bubur gunting. Roti goreng atau cakwe itulah yang nantinya digunting dan disiram kuah bubur, makanya dinamakan roti gunting.

Apa yang berbeda dari bubur gunting ini dibanding bubur lainnya? Tentu sensasi rasanya yang berbeda. Di antara bubur-bubur gurih (seperti bubur babi, bubur padas dan bubur bakso) yang ada di Singkawang, bubur gunting hadir untuk menghangatkan perut dengan memberikan sensasi manis dan lembut di lidah.

Menariknya, meski kuah yang disiram merupakan kuah kacang hijau, tapi warna airnya gak keruh dan berwarna hijau loh. Jadi ternyata kacang hijaunya ini sudah dicuci bersih dan dipisahkan dengan kulitnya yang berwarna hijau. Jadi pas di rebus nanti gak mengeluarkan warna hijau, kemudian tekstu kacangnya ini gak hancur loh, cantik! Selain itu, campuran tepung kanji/sagu pada kuah bubur membuat kuah bubur menjadi agak kental dan cocok banget disiram di atas cakwe yang sudah digunting.

Cakwenya sendiri di sini ada dua jenis, ada yang renyah dan ada yang empuk. Keduanya akan memberikan sensasi berbeda pula saat dimakan.

Jangan coba-coba datang siang untuk mencicipi bubur khas Kota Singkawang ini, karena biasanya jam 10 atau 11 pagi sudah habis. Iya lah jelas orang enak, apalagi dimakan saat hujan kaya kemarin, di bawah pohon, sama patjar! Duh! Kangen pacar kan!

Kalo kamu ke Singkawang, jangan lewatkan kuliner yang bisa bikin hangat perut ini. Dari bubur ini, gue seperti merasakan kehangatan dan manisnya suasana Kota Singkawang. hangatnya keharmonisan dan manisnya kerukunan antar umat beragama yang ada di kota dengan mayoritas penduduk dengan etnis Tionghoa ini.

Andai semua daerah di Indonesia bisa menerapkan hal yang serupa. Pasti gak cuma Kota Singkawang yang menjadi kota paling toleran ketiga di Indonesia, tapi satu Indonesia akan menjadi negara paling toleran di dunia. 🙂


Referensi tulisan para blogger yang ikut di trip ini juga dapat dilihat di:

Nita Sellya: 

http://kapankenyang.com/makan-apa-di-singkawang/

Rere Atemalem:

http://atemalem.com/singkawang-dan-memori-warung-kopi/

http://atemalem.com/cari-kenyang-di-singkawang/

Ivan Loviano:

http://www.ivanloviano.com/2016/03/01/bab-trip-kuliner-5-jam-di-pontianak/

Satya Winnie:

http://www.satyawinnie.com/2016/02/kuliner-khas-singkawang-yang-bikin-lidah-bergoyang.html

http://www.satyawinnie.com/2016/03/makan-dan-ngopi-enak-di-pontianak.html

Sefiin:

http://www.senjamoktika.com/pagi-di-singkawang-jelajah-pasar-turi/

Vira Indohoy:

http://indohoy.com/5-ways-to-enjoy-singkawang-city-without-cap-go-meh/

Simbok Venus:

http://simbokvenus.com/2016/02/27/icip-icip-kuliner-lokal-singkawang/

http://simbokvenus.com/2016/02/29/kedai-kedai-kopi-dari-singkawang-sampai-pontianak/

Terry NegeriID:

http://blog.negerisendiri.com/blogpage.php?judul=121

Advertisements

11 thoughts on “Merasakan Kehangatan dan Manisnya Singkawang dalam Bubur Gunting

  1. Wow bubur gunting. Aku kangen juga makan bubur ini lagi. Pertama dan terakhir kalinya nyoba tahun lalu pas ada festival masakan nusantara di Hotel Indonesia. Tapi kayaknya kalau lihat dari penampakannya, bubur gunting yang kamu posting ini lebih bikin ngiler Dhit. Porsinya lebih banyaaaak hahahaha 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s