Piknik Sehat di Sindangbarang bersama Sunpride

Kata orang, kalo udah suntuk dan stress sama kerjaan dan atau tugas kuliah, udah waktunya buat piknik. Jangan sampe kurang piknik dan jadinya kaya Uni @fahiraidris. Kenapa kaya Uni? Ya begitu lah…

Ya, piknik emang diperlukan buat kita-kita yang udah bosen banget selama berhari-hari dan berminggu-minggu berkutat sama kerjaan, memandangi laptop atau bertarung dengan tugas kuliah di semester akhir (ini curcol sih..). Selain untuk me-refresfh otak, piknik juga dibutuhkan untuk kesehatan jiwa. Ketawa-ketiwi ketemu temen-temen, berinteraksi dengan alam dan pastinya sejenak meninggalkan beban kerjaan atau tugas kuliah untuk bersenang-senang.

Sabtu, 19 Maret 2016, gue dan beberapa temen-temen berkesempatan piknik bareng Sunpride, ke Kampung Budaya Sindangbarang di Bogor. Karena emang lagi butuh piknik dan kebetulan bukan jadwalnya pacaran, yaudah lah ya pas diajakin Mamah Wiwik gue langsung mengiyakan dengan sumringah.

we were in yellow!
we were in yellow! credit: kamera iPhone mamah yang baru.

Pagi itu kami para peserta piknik sudah pada berkumpul jam 7.00 pagi di fX Sudirman, dengan mengenakan pakaian serba kuning, yang kebetulan dress code kami pada hari itu. Meski ada yang kerja sampe pagi dan masih ada yang bermuka bantal karena gak biasa bangun pagi, tapi kami semua excited banget buat seru-seruan di #PiknikFruitaholic bareng Sunpride ini.

Kami berangkat gak lama setelah berkumpul untuk mengejar waktu dan biar gak macet juga. Tau sendiri kan Bogor kalo weekend dan kalo macet? Amit-amit deh kejebak macet di Bogor.

Namanya juga piknik sehat yah, baru jalan aja kita udah disuguhi sarapan buah-buahan sunpride, pisang dan pepaya. Karena emang waktu di kostan cuma makan satu pisang, gue pun melahap pisang yang diberikan untuk sarapan itu, HAP!

HAP!
HAP!

Gak lama setelah melahap pisang yang diberikan, gue pun tertidur karena semalamnya tidur jam 1 malam. Gue terbangun saat udah sampe bogor dan mobil yang kami tumpangi bergoyang-goyang terhambat oleh macet dan jalanan yang sempit sehingga beberapa kali harus berhenti dan tersendat-sendat. Memang jalanan menuju lokasi Kampung Budaya Sindangbarang ini agak menuju pedalaman sih menurut gue, dengan kontur jalanan yang naik turun dan beberapa gak merata, kalo pake bus kaya kami kan serem juga jadinya haha! Anyway, untuk alamat Kampung Budaya Sindangbarang itu ada di Jl. Endang Sumawijaya, RT. 02 / RW. 08, Sindangbarang, Dukuh Menteng, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, Pasir Eurih, Tamansari, Bogor, Jawa Barat.

2016-03-19 09.54.29
masih harus nanjak cuy!

Kurang lebih jam 10 kami sampai di Kampung Budaya Sindangbarang yang berada di Desa Pasir Eurih tersebut. Dari tempat parkir mobil ternyata harus melewati jalan menanjak dulu, hahaha! Beruntungnya kami disambut oleh sekelompok ibu-ibu berpakaian adat sunda hitam sambil memainkan angklung, jadi gak terasa capeknya dan malah kami sempat bercanda-canda terlebih dulu bersama mereka hehe.


Sindangbarang sendiri adalah sebuah perkampungan yang katanya merupakan kampung tertua yang ada di Kabupaten Bogor berdasarkan sumber naskah Pantun Bogor dan Babad Pajajaran. Konon, katanya disini lah tempat digemblengnya para satria-satria kerajaan. Selain itu disini juga lah katanya kebudayaan sunda Bogor bermula dan bertahan sampai saat ini. Para pengunjung yang datang ke sini dapat merasakan langsung keasrian lingkungan Kampung Budaya Sindangbarang dan tradisi Sunda Bogor yang kental yang ada di tempat ini melalui rumah-rumah adat yg masih dijaga, tarian adat Jaipong, permainan khas Sunda seperti bakiak dan engrang, serta makanan dan minuman khas Sunda langsung! (Info lengkap tentang Sindangbarang juga bisa dilihat di http://kp-sindangbarang.com).

2016-03-19 09.59.41
lumbung padi

2016-03-19 10.16.44

Sampai lokasi kami langsung disuguhi es pala yang merupakan salah satu buah khas daerah tersebut, seger banget! Kami pun beristirahat sejenak sambil menunggu acara selanjutnya yang akan dipandu oleh Sunpride.

2016-03-19 10.02.27

Setelah sejenak beristirahat, kami pun berkumpul untuk berkenalan dengan pihak Sunpride selaku pihak penyelenggara #PiknikFruitahalic, piknik sehat yang akan bikin kami ketagihan nantinya :D.

This slideshow requires JavaScript.

Acara di mulai dengan perkenalan dan sambutan dari Ibu Luthfiany Azwawie, Marketing Communication Manager Sunpride Indonesia. Ibu Luthfi memperkenalkan kami dengan buah-buahan Sunpride dan bagaimana proses produksinya dari kebun sampai, pengemasan sampai pengiriman. Gak cuma itu kami juga mendapat pengetahuan tentang pemuliaan kultur jaringan yang ternyata digunakan dalam pembiakan pisang Sunpride, tentang keamanan pangan yang dilaksanakan oleh pihak Sunpride dalam memproduksi semua buah-buahnya. Gue baru tau kalo ternyata Sunpride ini kebun besarnya ada di Lampung dekat dengan Way Kambas! Denger-denger sih kami nanti mau diajak main ke kebun di Lampung, yeay!

2016-03-19 19.24.02

Deri sesi sambutan tersebut, Ibu Luthfi sangat memfokuskan kepada bagaimana Sunpride peduli dengan kesehatan dan keselamatan konsumennya dengan menerapkan proses produksi buah-buahan yang aman dan bebas bahan kimia. Selain itu ternyata Sunpride ini sangat memikirkan tiap rantai proses produksi dan logistik dalam bisnisnya. Hal itu dibuktikan dengan Sunpride hanya baru memproduksi buah-buahan yang memang tumbuh tahunan bukan musiman. Karena agar kegiatan dan keberlangsungan tiap-tiap rantai produksi dan logistik terus berjalan sepanjang tahun. Jadi gak hanya konsumen yang senang, tapi juga keberlangsungan hidup para petani, pekerja, penjual dan pihak lain dalam rantai bisnis yang terkait dengan Sunpride memperoleh keuntungan.

aneka buah Sunpride!
aneka buah Sunpride!

Eh iya, katanya Sunpride juga akan segera meluncurkan buah yang akan berproduksi sepanjang tahun, seperti mangga, manggis dan buah naga merah. Untuk jenis mangga yang akan diproduksi sendiri nantinya akan bernama miracle mangoe, karena buah yang hadir musiman ini akan dapat diproduksi sepanjang tahun!

Selesai sudah sedikit pembukaan dari Ibu Luthfi, dilanjutkan dengan sedikit pemaparan dan cerita tentang Kampung Budaya Sindangbarang oleh Bapak Ukat selaku tokoh masyarakat setempat. Coba deh dengerin sebentar biar lebih jelas tentang sejarah dan kebudayaan Kampung Budaya Sindangbarang:

Setelah mendengarkan sedikit paparan cerita dari Pak Ukat, kami pun beranjak menuju beberapa situs purbakala berupa batu-batu besar. Untuk menuju tempat beberapa situs tersebut kami harus melewati lapangan, persawahan dan melewati perkebunan yang cukup curam dan menyebabkan kami harus berkeringat basah, benar-benar piknik yang sehat bukan? HAHAHAHA!

2016-03-19 11.05.20
nanjak cuy!

2016-03-19 11.05.16
Mamah Wiwik Sang Wanita Tangguh!

Beberapa situs purbakala yang kami datangi kemarin itu di antaranyas situs batu karut yang gede banget segede gaban dan juga situs batu kursi malas. Batu karut letaknya di kebon belakang rumah warga dan berada disamping makam keluarga warga sekitar, konon katanya suka dijadikan tempat semedi gitu, tempatnya agak horror sih haha!  Nah kalo situs batu kursi malas ini letaknya di halaman rumah warga sekitar dan jaraknya kurang lebih 1-2 Km dari situs batu karut. Kenapa dinamakan situs batu kursi malas? Ya karena bentuknya kaya kursi buat malas-malasan sambil tidur-tiduran gitu :D. Batu ini ditemukan oleh Pak Ukat ketika ada warga yang sedang membangun rumah tersebut. Dulu, karena seorang diri menggali batu tersebut, katanya sampe dikatain orang gila dan gak waras, curhat Pak Ukat kepada kami :(.

Dari situs batu kursi malas, perjalanan napak tilas kami ke beberapa situs purbakala akhirnya berakhir, Yeay! FYI aja sih, kami pulang pergi dan keliling kampung dengan berjalan kaki! Sampe tempat acara kami kebahasan karena keringat, capek dan ngos-ngosan, terutama gue yang jarang olah raga hahaha!

Tapi, kelelahan kami seketika hilang saat disuguhi Re.juve, cold press juice yang dibuat dari buah dan sayuran segar yang sangat berkhasiat untuk kesehatan tubuh! Ternyata gue baru tau kalo Re.juve ini merupakan produk anakan dari Sunpride, pantes aja rasa buahnya berasa dan segar banget!

2016-03-19 11.52.52
Re.juve

Setelah santai, kami disuguhkan makan siang yang sunda banget dengan sambel dan sayur asem serta karedok! Ya Allah senang hati hahaha! Abis makan kami tiduran sebentar dan ngobrol-ngobrol sambil nunggu acara membuat waroge atau boneka jerami. Eh ditengah saat kita lagi santai ternyata Mas Adi salah satu tim dari Sunpride ternyata ulang tahun dan dikasih surprise sama Bu Luthfi dan beberapa teman kerjanya. Sayangnya kami gak dapet traktiran 😦 Traktirannya buah Sunpride aja cukup, hiks..

niup lilin sambil handstand :))
niup lilin sambil handstand :))

Saatnya membuat boneka jerami! Boneka jerami ini dibuat dari delapan batang jerami yang dianyam sedemikian rupa sehingga membentuk seperti sebuah boneka orang dengan kepala, kaki dan tangan. Bikinnya keliatannya gampang, tapi aslinya susah tau! Hahahaha! Tapi dengan sedikit kesabaran, keuletan dan sedikit sentuhan dari Pak Ukat, gue pun akhirnya berhasil membuat sebuah waroge!

2016-03-19 13.30.15
selfie bareng waroge

2016-03-19 13.29.16

Karena udah kesorean, jadinya kami gak jadi belajar tari jaipong, balap bakiak dan engrang deh. Tapi sebagai gantinya kami malah foto-foto hore di lapangan alun-alun, hahahaha! Tetep seru deh pokoknya! Oh ya, kesenangan gak berakhir di situ loh, setelah foto-foto kami pun pergi menuju kolam ikan untuk menangkap ikan.

2016-03-19 19.46.50
i believe i can fly… credit: @Nunik99

File1382low

 

File1384low
we never know if we neve pose credit: @RomliIndonesian
credit: @RomliIndonesian
credit: @RomliIndonesian

Katanya sih di dalam kolam ikan itu ada 25 ekor ikan, tapi kok susah banget nyarinya. Airnya cetek sih, tapi licin dan kadang kaki kami terpeleset lumpur, belum lagi ikannya bergerak cepat banget. Kami sampe harus bikin airnya butek biar ikannya mabok.

Keseruan menangkap ikan credit: @RomliIndonesian
Keseruan menangkap ikan credit: @RomliIndonesian

Emang gue gak bakat nangkep ikan kali ya, gak bisa-bisa. Sekalinya megang di tangan, gue tereak kenceng banget, hahahaha! Maklum baru adaptasi sama ikannya jadinya geli. Pas udah terbiasa gue makin semangat nangkep ikannya. Yang lain udah pada dapet satu, gue sama sekali belum! Sampe akhirnya yang lain pada naik duluan dan gue masih kekeuh harus dapetin satu. Di saat-saat terakhir, akhirnya gue dapet juga itu ikan loh ahahaha!

pake kresek banget?? credit: @RomliIndonesian
pake kresek banget??
credit: @RomliIndonesian
File1416alow
yaaaah lepas!!! credit: @RomliIndonesian
File1419low
ciee yang dapet ikan! credit: @RomliIndonesian

Setelah menangkap ikan dan beres-beres, saatnya siap-siap pulang dan pengumuman pemenang lomba aktivasi di twitter! Pemenang konten #BuahPastiSunpride dimenangkan oleh Mas Aryan dengan video ngeheknya, dan pemenang live tweet kali itu adalah Mba Nunik, haha! Mereka bawa pulang seboks buah Sunpride aneka jenis.

Eh tapi, kami semua gak sedih, kami semua mendapatkan goodie bag lucu berisi buah-buahan dan segala macemnya. Selain itu, buah-buahan yang ada di situ semuanya boleh kami bawa pulang! Seneng banget hahaha!

File1477low
semua senang!!

Emang bener-bener piknik sehat, mulai dari berangkat sampe akhir seolah diingatkan untuk selalu hidup sehat sama Sunpride. Tentu salah satunya dengan mengonsumsi buah, seperti yang emang ingin disampaikan oleh Sunpride selama ini “mengajak generasi muda untuk hidup sehat dengan mengonsumsi buah-buahan”. Terima kasih Sunpride atas undangan piknik sehat #PiknikFruitaholic nya! Pulang dari piknik tersebut, selain dapet banyak ilmu, dan dapet banyak buah dibawa pulang, juga bawa semangat baru untuk jalanin hari-hari besok! Ditunggu undangan ke Lampungnya hehehe..

File1380alow
happy day
Advertisements

19 thoughts on “Piknik Sehat di Sindangbarang bersama Sunpride

  1. Acaranya seru, antara jalan-jalan terus makan-makan dan eksplorasi budaya jadi satu. Jarang ada tur yang bisa selengkap ini!
    Jujur saya penasaran banget dengan situs batu karut dan batu malasnya–itu kursi batu, wow banget. Mudah-mudahan suatu hari nanti bisa datang ke Sindangbarang dan menyaksikan sendiri bagaimana kampung ksatria di zaman kerajaan Pajajaran itu berevolusi dengan sejarah dan budayanya. Mantap!

    1. Hai, Gara.. Iya menyenangkan banget.. Thanks to Sunpride yang udah ngadain ini sih.. Sebenernya situs batunya biasa aja, tapi cerita dari Pak Ukat selaku kokolotnya yg buat jadi menarik..

      Kalo ke Bogor coba mampir atau nginap di sini hehe..

  2. Lokasinya emang terpencil nih, tapi menantang, hahaha! Ada satu lagi kampung Sunda di Cigudeg-Bogor Barat, nah ini butuh perjuangan tersendiri karena jauh lebih terpencil.

    Btw aku kan pemakan buah.. Next time diajak ya kak Sunpride… 😀 #kodekeras

    1. Wah boleh tuh nanti adain piknik ke sana lagi :)) nanti disampaikan deh sama orang Sunpride-nya. 😂

      Wah semoga nanti ada kesempatan lagi yah mas dan bisa ikut seru2an.. Haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s