Kamu Emang Gak Sempurna, Tapi Bukan Berarti Kamu Bisa Jadi Berengsek Selamanya

Setiap orang emang gak sempurna. Setiap orang pasti pernah jadi berengsek dalam hidupnya. Eh, mungkin gak. Tapi gue pernah. Ada beberapa hal yang ingin gue bagi di tulisan kali ini terkait dengan ketidaksempurnaan dan keberengsekan. Tentang gue. Setidaknya gue berusaha menulis sesuatu yang jujur di blog gue, udah lama gak ngelakuin hal demikian.

Sebenernya tulisan ini muncul dari keprihatinan gue terhadap sahabat-sahabat gue yang punya pacar nyebelin. Seringkali mereka komplain lewat media sosial dan atau jaringan pribadi ke gue untuk berkeluh kesah tentang kelakuan pacar-pacarnya.

Ketika mereka curhat, gue cuma senyum-senyum awalnya. Karena gue ngerasa ya cerita mereka itu kaya cerita gue aja zaman dulu.

Iya, ada waktu di mana gue pernah jadi orang nyebelin dan berengsek banget. Bertindak semau gue, gak mengindahkan perasaan orang lain dan orang-orang yang sayang sama gue. Ada masa gue ngerasa di atas awan dan ngelakuin hal yang nyakitin orang yang sayang sama gue. Gue pernah ngehianatin orang yang gue sayang dan sayang sama gue, iya sampe dia sakit banget dan gue bisa ngerasain rasa sakitnya. Sampai-sampai gue juga dicap brengsek oleh beberapa teman dan orang-orang terdekat. Gue kehilangan kepercayaan dan respect mereka karena ulah gue sendiri.

Hal tersebut berlangsung sampai di saat gue ngerasa kalo gue harus berubah. Gue gak bisa jadi orang-orang yang punya citra dan reputasi buruk di mata banyak orang. Sebagai seorang mahasiswa PR gue ngerasa gagal saat itu.

Akhirnya gue memutuskan untuk berubah. Bukan buat orang yang gue sakitin aja, tapi buat diri gue sendiri. Gue berusaha merubah pandangan orang tentang gue, merubah pandangan dia tentang gue. Apakah mudah dijalani?

ENGGAK.

Memperbaiki apa yang udah jelek di mata orang lain itu gak mudah, gak segampang kita ngomong, dan gak bisa diubah dengan kita cuma banyak bicara dan membuai janji untuk berubah. Memperbaiki gelas yang pecah gak akan bisa semulus dan sebagus saat dia masih utuh. Gak bisa.

Proses ini panjang banget, gue awalnya melakukan berbagai hal untuk membuat orang-orang percaya kalo gue berubah. Tapi kemudian gue mikir, gue gak mau memaksa orang untuk memandang gue sempurna, ya karena gue emang gak sempurna. Gue gak mau memaksa orang untuk menganggap gue baik dengan mengatakan kalo gue udah berubah, melainkan gue melakukan hal-hal yang emang seharusnya gue lakukan. Kalo gue gak mau dipandang berengsek, ya mulailah gue berhenti melakukan hal-hal yang orang lain akan anggep gue berengsek. Kalo gue mau dilihat sebagai orang yang baik, ya gue harus berperilaku sebagai mana mestinya orang baik, gak menyakiti orang lain dan gak nyebelin.

Seiring waktu, ternyata itu terasa di diri gue. Gue mulai mendapat kembali kepercayaan diri. Setidaknya gue udah bisa melihat diri gue sebagai orang yang baru, yang berbeda, dan lebih baik. Gue pun mulai berusaha gak berekspektasi kalo orang lain percaya sama gue, atau menganggap gue orang yang baik. Hak mereka mau menilai seperti apa, mereka yang menilai dari apa yang gue lakukan. Oh gak hanya itu, sebagai usaha gue menjadi orang yang lebih baik gue selalu berusaha membuat berbagai prestasi dan pencapaian buat diri gue sendiri. Dengan begitu gue memberikan nilai lebih untuk diri gue sendiri.. Hehe..

Duh kenapa gue jadi cerita panjang? Hmm gue cuma ingin berbagi sama yang mungkin baca tulisan ini dan lagi ada di posisi gue dulu yang berengsek untuk berhenti jadi orang berengsek detik ini juga. 

Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan? 😊

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s