Bermimpilah yang Tinggi Dek, dan Belajar dengan Baik!

Waaahh hari ini #HariPertamaSekolah ya buat adek-adek SD, SMP & SMA.. Udah berapa tahun ya gak ngerasain upacara pagi hari pertama sekolah setelah kenaikan kelas, haha! 

Ngomongin sekolah banyak hal yang bikin gue kangen sama sekolah. Salah satunya adalah guru-gurunya. Gue punya beberapa guru favorit di sekolah yang emang bikin kangen banget dengan cara ngajarnya mereka. Oh tapi ada juga guru menyebalkan yang gue gak suka sih..

Ngomongin guru yang gak disuka, ada satu guru yang gue benci banget ketika SMA. Jadi gini ceritanya..

Sejak dulu, gue pengen banget bisa menjadi mahasiswa Universitas Indonesia. Dari SMA, bahkan sampe sekarang perasaan itu masih ada dalam diri gue. Ya, menurut gue soalnya Universitas Indonesia adalah salah satu institusi pendidikan terbaik di Indonesia, dan ini bukan menurut gue aja sih, sudah diakui secara nasional dan Internasional.

Singkat cerita, saat SMA kelas 3, gue dan beberapa teman SMA gue hampir setengah kelas juga menginginkan hal yang sama. Lantas kami pun ikutan SIMAK UI yang waktu itu menjadi salah satu jalur untuk masuk UI dengan peluang yang lebih besar dibandingkan jalur lain. Saking sangat semangatnya kami, kami sering belajar di kelas, di luar kelas, bahkan sampe bikin tempelan dekorasi di kelas dengan semangat masuk UI. 

Suatu ketika, ada salah satu guru yang masuk kelas kami, mengajar, dan ternyata beliau tau kalo kami banyak yang kepengen masuk UI dan ikutan SIMAK UI. Lantas beliau ngomong ke kami yang kata-katanya gak akan pernah gue lupa sampe kapan pun, “Kalian kalau mimpi jangan ketinggian, kalo jatuh sakit.”. 

Gue yang mendengar kalimat itu langsung geram dan kesal dalam hati. Iya lah, menurut gue seorang guru gak pantas berkata seperti itu kepada murid-muridnya, seorang guru seharusnya menjadi pembimbing, penerang dan pembina murid-muridnya untuk mencapai cita-citanya, mesetidaknya memberi arahan kepada murid-muridnya untuk bisa memperoleh cita-citanya sejak duduk di bangku sekolah. Kami juga sadar kom sekolah kami bukanlah sekolah yang bagus saat itu, baik dari kualitas pengajaran, sarana dan prasarana, tapi bukan berarti kami gak boleh bermimpi dan berusaha mewujudkannya kan? Ucapan guru seperti itu menurut gue adalah ucapan yang gak pantas dan dapat menjatuhkan semangat murid-muridnya. Ya, walaupun gak ada satu pun di antara kami yang berhasil menembus tembok pertahanan UI sih..hehe..

Intinya, yang ingin gue sampaikan  adalah, buat kalian adek-adek yang baru masuk lagi sekolah, dan mungkin nyasar ke postingan blog gue karena lagi nyari-nyari tips & trik Pokemon Go, inget pesan kakak: bermimpilah setinggi mungkin, dan selalu berusaha mewujudkannya. Iya, gak masalah kok kalo kamu mau bermimpi tinggi, tapi gak hanya bermimpi aja, iringi dengan usaha mewujudkannya. Apapun yang orang lain katakan tentang kamu dan mimpi kamu dek, kamu berhak mewujudkannya.

Buat orang tua yang juga gak sengaja mampir ke blog gue, mungkin gue belum pernah berkeluarga, belum pernah punya anak, tapi gue pernah jadi seorang anak. Biarkanlah anak-anak kalian memiliki impian tinggi, biarlah mereka bermimpi dan jangan batasi mimpi mereka, mau jadi pemain bola, fotografer, pengusaha, dokter, guru, insinyur, pilot, dll, biarkan mereka bermimpi. They have their own right to make and accomplish their dream. Tugas orang tua seharusnya mendukung dan mengarahkan mereka untuk bisa memperoleh cita-cita mereka. Kalo mereka gagal? Ya biarin aja mereka merasakan kegagalan dan belajar dari kegagalan itu. Ngerasain sakit, jatuh, banguj, jatuh lagi, dan akhirnya mereka bisa merasakan kesuksesan yang manis. Kalau udah sukses dan bahagia, toh orang tua juga bahagia.

Sekali lagi, selamat #HariPertamaSekolah dan selamat berjuang mengejar mimpi ya dek!

Oh iya, ini ada tips dari Kemdikbud untuk orangtua bagi yang anaknya baru memasuki #HariPertamaSekolah, semoga bermanfaat:


Kalau ada tindakan perpeloncoan yang tidak penting, bisa mengadukannya ke sini: 

Advertisements

5 thoughts on “Bermimpilah yang Tinggi Dek, dan Belajar dengan Baik!

  1. Aku suka banget dengan infografis “Hati-hati Berbagi Foto Anak” yang dirimu share di atas.
    Kalau dipikir-pikir benar juga sih. Kebanyakan sekarang orang tua, saking bangganya dengan anak-anak mereka, segala sesuatu dishare dengan sangat detail, termasuk geo-tagging dan segala macam. Padahal ada sisi bahaya nya juga ya di jaman sekarang?

    Btw,
    kartu posku udah sampai belum Dhit?
    Soalnya ada beberapa yang udah terima, tapi ada juga yang belum terima.

    1. Mas Bartttttr… Belum sampe 😦 aku baru mau nanyain.. Aku jadi dikirimi gak hahaha… Padahal pengen banget..

      Iya emang sebenernua ada sisi bahayanyaa… Makanya aku share..

      1. Wah berarti dirimu termasuk yang belum nyampe Dhit. Aku kirimin dooong, soalnya termasuk yang kloter-kloter awal. Dimaklum ya, soalnya dikirim dari negeri yang ‘agak jauh’ ,,, suka lama nyampenya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s